Jumat, 09 Desember 2011
Selasa, 22 Maret 2011
Cara Kerja Karburator
Pada waktu sepeda motor dihidupkan piston dalam silinder melakukan langkah hisap, hisapan ini membuat udara dari luar masuk ke dalam karburator. Kecepatan udara mengalir melewati spuyer kecil, sehingga mengakibatkan tekanan udara mejadi rendah, akibatnya bensin dalam ruang pelampung ikut terhisap naik keluar melalui spuyer kecil.
Bensin yang naik keluar bercampur dengan udara menjadi kabut/gas yang merupakan campuran udara dengan bensin. Gas ini akan masuk ke dalam ruang bakar di mesin untuk kemudian dibakar. Prinsip kerja karburator sebenarnya hampir mirip dengan semprotan obat nyamuk.
Tingkat kecepatan putaran mesin dapat dibagi atas 4 tahap yaitu ;
1.Putaran stasioner (langsam) : Pada posisi ini handle gas tidak diputar atau lepas gas, pada putaran ini dipengaruhi oleh sekrup penyetel udara dan sekrup penyetel gas. Bila putaran mesin tidak normal, maka penyebabnya adalah kedua sekrup penyetelan itu. Pada putaran ini pula yang bekerja adalah spuyer kecil atau pilot jet, sedangkan main jet sama sekali tidak bekerja. Bensin hanya memancar keluar melalui pilot jet untuk bercampur dengan udara.
2.Putaran rendah : Pada saat ini posisi handle gas diputar sampai 1/8 putaran, pada putaran ini yang berpengaruh adalah sekrup penyetel udara dan coakan pada skep. Pilot jet / spuyer kecil masih tetap bekerja untuk memancarkan bensin, sementara spuyer besar / main jet ikut memancarkan bensin namun masih dalam jumlah yang lebih sedikit.
3.Putaran menengah : Pada putaran ini posisi handle gas pada putaran 1/8 sampai 3/4, yang berpengaruh pada putaran ini adalah coakan skep dan posisi jarum skep. Pada putaran ini spuyer besar atau main jet bekerja lebih banyak memancarkan bensin , sementara spuyer kecil lebih sedikit memancarkan bensinnya.
4.Putaran tinggi : Posisi handle gas pada putaran 3/4 sampai penuh, yang berpengaruh adalah besarnya lubang spuyer besar/ main jet. Pada saat ini yang memancarkan bensin adalah spuyer besar atau main jet. Sementara spuyer kecil tidak bekerja memancarkan bensin.
http://www.honda-cs1.com/index.php?p=archive&l=id&newsaction=shownews&nid=393
Karburator adalah sebuah alat yang mencampur udara dan bahan bakar untuk sebuah mesin pembakaran dalam. Karburator masih digunakan dalam mesin kecil dan dalam mobil tua atau khusus seperti yang dirancang untuk balap mobil stock. Kebanyakan mobil yang diproduksi pada awal 1980-an telah menggunakan injeksi bahan bakar elektronik terkomputerisasi. Mayoritas motor masih menggunakan karburator dikarenakan lebih ringan dan murah, namun pada 2005 sudah banyak model baru diperkenalkan dengan injeksi bahan bakar.
Prinsip Kerja
Pada dasarnya karburator bekerja menggunakan Prinsip Bernoulli: semakin cepat udara bergerak maka semakin kecil tekanan statis-nya namun makin tinggi tekanan dinamis-nya. Pedal gas pada mobil sebenarnya tidak secara langsung mengendalikan besarnya aliran bahan bakar yang masuk kedalam ruang bakar. Pedal gas sebenarnya mengendalikan katup dalam karburator untuk menentukan besarnya aliran udara yang dapat masuk kedalam ruang bakar. Udara bergerak dalam karburator inilah yang memiliki tekanan untuk menarik serta bahan bakar masuk kedalam ruang bakar.
Kebanyakan mesin berkarburator hanya memiliki satu buah karburator, namun ada pula yang menggunakan satu karburator untuk tiap silinder yang dimiliki. Bahkan sempat menjadi trend modifikasi sepeda motor di Indonesia penggunaan multi-carbu (banyak karburator) namun biasanya hal ini hanya digunakan sebagai hiasan saja tanpa ada fungsi teknisnya. Mesin-mesin generasi awal menggunakan karburator aliran keatas (updraft), dimana udara masuk melalui bagian bawah karburator lalu keluar melalui bagian atas. Keuntungan desain ini adalah dapat menghindari terjadinya mesin banjir, karena kelebihan bahan bakar cair akan langsung tumpah keluar karburator dan tidak sampai masuk kedalam intake mainfold; keuntungan lainnya adalah bagian bawah karburator dapat disambungkan dengan saluran oli supaya ada sedikit oli yang ikut kedalam aliran udara dan digunakan untuk membasuh filter udara; namun dengan menggunakan filter udara berbahan kertas pembasuhan menggunakan oli ini sudah tidak diperlukan lagi sekarang ini.
Mulai akhir 1930-an, karburator aliran kebawah (downdraft) dan aliran kesamping (sidedraft) mulai popouler digunakan untuk otomotif
Saat Beroperasi
Pada setiap saat beroperasinya, karburator harus mampu:
* Mengatur besarnya aliran udara yang masuk kedalam ruang bakar
* Menyalurkan bahan bakar dengan jumlah yang tepat sesuai dengan aliran udara yang masuk kedalam ruang bakar sehingga rasio bahan bakar/udara tetap terjaga.
* Mencampur airan udara dan bahan bakar dengan rata dan sempurna
Hal diatas bakal mudah dilakukan jika saja bensin dan udara adalah fluida ideal; tapi kenyataannya, dengan sifat alami mereka, yaitu adanya viskositas, gaya gesek fluida, inersia fluida, dan sebagainya karbrator menjadi sangat kompleks dalam mengatasi keadaan tidak ideal ini. Juga karburator harus tetap mampu memproduksi campuran bensin/udara yang tepat dalam kondisi apapun, karena karburator harus beroperasi dalam temperatur, tekanan udara, putaran mesin, dan gaya sentrifugal yang sangat beragam. Karburator harus mampu beroperasi dalam keadaan:
* Start mesin dalam keadaan dingin
* Start dalam keadaan panas
* Langsam atau berjalan pada putaran rendah
* Akselarasi ketika tiba-tiba membuka gas
* Kecepatan tinggi dengan gas terbuka penuh
* Kecepatan stabil dengan gas sebagian terbuka dalam jangka waktu yang lama
Karburator modern juga harus mampu menekan jumlah emisi kendaraan
Bensin yang naik keluar bercampur dengan udara menjadi kabut/gas yang merupakan campuran udara dengan bensin. Gas ini akan masuk ke dalam ruang bakar di mesin untuk kemudian dibakar. Prinsip kerja karburator sebenarnya hampir mirip dengan semprotan obat nyamuk.
Tingkat kecepatan putaran mesin dapat dibagi atas 4 tahap yaitu ;
1.Putaran stasioner (langsam) : Pada posisi ini handle gas tidak diputar atau lepas gas, pada putaran ini dipengaruhi oleh sekrup penyetel udara dan sekrup penyetel gas. Bila putaran mesin tidak normal, maka penyebabnya adalah kedua sekrup penyetelan itu. Pada putaran ini pula yang bekerja adalah spuyer kecil atau pilot jet, sedangkan main jet sama sekali tidak bekerja. Bensin hanya memancar keluar melalui pilot jet untuk bercampur dengan udara.
2.Putaran rendah : Pada saat ini posisi handle gas diputar sampai 1/8 putaran, pada putaran ini yang berpengaruh adalah sekrup penyetel udara dan coakan pada skep. Pilot jet / spuyer kecil masih tetap bekerja untuk memancarkan bensin, sementara spuyer besar / main jet ikut memancarkan bensin namun masih dalam jumlah yang lebih sedikit.
3.Putaran menengah : Pada putaran ini posisi handle gas pada putaran 1/8 sampai 3/4, yang berpengaruh pada putaran ini adalah coakan skep dan posisi jarum skep. Pada putaran ini spuyer besar atau main jet bekerja lebih banyak memancarkan bensin , sementara spuyer kecil lebih sedikit memancarkan bensinnya.
4.Putaran tinggi : Posisi handle gas pada putaran 3/4 sampai penuh, yang berpengaruh adalah besarnya lubang spuyer besar/ main jet. Pada saat ini yang memancarkan bensin adalah spuyer besar atau main jet. Sementara spuyer kecil tidak bekerja memancarkan bensin.
http://www.honda-cs1.com/index.php?p=archive&l=id&newsaction=shownews&nid=393
Karburator adalah sebuah alat yang mencampur udara dan bahan bakar untuk sebuah mesin pembakaran dalam. Karburator masih digunakan dalam mesin kecil dan dalam mobil tua atau khusus seperti yang dirancang untuk balap mobil stock. Kebanyakan mobil yang diproduksi pada awal 1980-an telah menggunakan injeksi bahan bakar elektronik terkomputerisasi. Mayoritas motor masih menggunakan karburator dikarenakan lebih ringan dan murah, namun pada 2005 sudah banyak model baru diperkenalkan dengan injeksi bahan bakar.
Prinsip Kerja
Pada dasarnya karburator bekerja menggunakan Prinsip Bernoulli: semakin cepat udara bergerak maka semakin kecil tekanan statis-nya namun makin tinggi tekanan dinamis-nya. Pedal gas pada mobil sebenarnya tidak secara langsung mengendalikan besarnya aliran bahan bakar yang masuk kedalam ruang bakar. Pedal gas sebenarnya mengendalikan katup dalam karburator untuk menentukan besarnya aliran udara yang dapat masuk kedalam ruang bakar. Udara bergerak dalam karburator inilah yang memiliki tekanan untuk menarik serta bahan bakar masuk kedalam ruang bakar.
Kebanyakan mesin berkarburator hanya memiliki satu buah karburator, namun ada pula yang menggunakan satu karburator untuk tiap silinder yang dimiliki. Bahkan sempat menjadi trend modifikasi sepeda motor di Indonesia penggunaan multi-carbu (banyak karburator) namun biasanya hal ini hanya digunakan sebagai hiasan saja tanpa ada fungsi teknisnya. Mesin-mesin generasi awal menggunakan karburator aliran keatas (updraft), dimana udara masuk melalui bagian bawah karburator lalu keluar melalui bagian atas. Keuntungan desain ini adalah dapat menghindari terjadinya mesin banjir, karena kelebihan bahan bakar cair akan langsung tumpah keluar karburator dan tidak sampai masuk kedalam intake mainfold; keuntungan lainnya adalah bagian bawah karburator dapat disambungkan dengan saluran oli supaya ada sedikit oli yang ikut kedalam aliran udara dan digunakan untuk membasuh filter udara; namun dengan menggunakan filter udara berbahan kertas pembasuhan menggunakan oli ini sudah tidak diperlukan lagi sekarang ini.
Mulai akhir 1930-an, karburator aliran kebawah (downdraft) dan aliran kesamping (sidedraft) mulai popouler digunakan untuk otomotif
Saat Beroperasi
Pada setiap saat beroperasinya, karburator harus mampu:
* Mengatur besarnya aliran udara yang masuk kedalam ruang bakar
* Menyalurkan bahan bakar dengan jumlah yang tepat sesuai dengan aliran udara yang masuk kedalam ruang bakar sehingga rasio bahan bakar/udara tetap terjaga.
* Mencampur airan udara dan bahan bakar dengan rata dan sempurna
Hal diatas bakal mudah dilakukan jika saja bensin dan udara adalah fluida ideal; tapi kenyataannya, dengan sifat alami mereka, yaitu adanya viskositas, gaya gesek fluida, inersia fluida, dan sebagainya karbrator menjadi sangat kompleks dalam mengatasi keadaan tidak ideal ini. Juga karburator harus tetap mampu memproduksi campuran bensin/udara yang tepat dalam kondisi apapun, karena karburator harus beroperasi dalam temperatur, tekanan udara, putaran mesin, dan gaya sentrifugal yang sangat beragam. Karburator harus mampu beroperasi dalam keadaan:
* Start mesin dalam keadaan dingin
* Start dalam keadaan panas
* Langsam atau berjalan pada putaran rendah
* Akselarasi ketika tiba-tiba membuka gas
* Kecepatan tinggi dengan gas terbuka penuh
* Kecepatan stabil dengan gas sebagian terbuka dalam jangka waktu yang lama
Karburator modern juga harus mampu menekan jumlah emisi kendaraan
metode Gaus
n=4
p = [[ 2 1 1 3 ]' [ 3 -1 1 2 ]' [ -1 -1 2 1 ]' [ 1 2 1 -1 ]']
q = [ 5 6 1 0]'
r = p^(-1) * q
y=p\q
x=[0 0 0 0];
m21=p(2,1)/p(1,1)
m31=p(3,1)/p(1,1)
m41=p(4,1)/p(1,1)
p(2,1)=0;
p(3,1)=0;
p(4,1)=0;
p(2,2) = p(2,2)-m21*p(1,2)
p(2,3) = p(2,3)-m21*p(1,3)
p(2,4) = p(2,4)-m21*p(1,4)
q(2) = q(2)-m21*q(1)
p(3,2) = p(3,2)-m31*p(1,2)
p(3,3) = p(3,3)-m31*p(1,3)
p(3,4) = p(3,4)-m31*p(1,4)
q(3) = q(3)-m31*q(1)
p(4,2) = p(3,2)-m41*p(1,2)
p(4,3) = p(4,3)-m41*p(1,3)
p(4,4) = p(4,4)-m41*p(1,4)
q(4) = q(4)-m41*q(1)
m32=p(3,2)/p(2,2)
m42=p(4,2)/p(2,2)
p(3,2) =0;
p(4,2) =0;
p(3,3) = p(3,3)-m32*p(2,3)
p(3,4) = p(3,4)-m32*p(2,4)
q(3) = q(3)-m32*q(2)
p(4,3) = p(4,3)-m42*p(2,3)
p(4,4) = p(4,4)-m42*p(2,4)
q(4) = q(4)-m42*q(2)
m43=p(4,3)/p(3,3)
p(4,3)=0;
p(4,4) = p(4,4)-m43*p(3,4)
q(4) = q(4)-m43*q(3)
x(4) = q(4)/p(4,4)
x(3) = (q(3)-p(3,4)*x(4))/p(3,3)
x(2) = (q(2)-p(2,3)*x(3)-p(2,4)*x(4))/p(2,2)
x(1) = (q(1)-p(1,2)*x(2)-p(1,3)*x(3)-p(1,4)*x(4))/p(1,1)
x'
p = [[ 2 1 1 3 ]' [ 3 -1 1 2 ]' [ -1 -1 2 1 ]' [ 1 2 1 -1 ]']
q = [ 5 6 1 0]'
r = p^(-1) * q
y=p\q
x=[0 0 0 0];
m21=p(2,1)/p(1,1)
m31=p(3,1)/p(1,1)
m41=p(4,1)/p(1,1)
p(2,1)=0;
p(3,1)=0;
p(4,1)=0;
p(2,2) = p(2,2)-m21*p(1,2)
p(2,3) = p(2,3)-m21*p(1,3)
p(2,4) = p(2,4)-m21*p(1,4)
q(2) = q(2)-m21*q(1)
p(3,2) = p(3,2)-m31*p(1,2)
p(3,3) = p(3,3)-m31*p(1,3)
p(3,4) = p(3,4)-m31*p(1,4)
q(3) = q(3)-m31*q(1)
p(4,2) = p(3,2)-m41*p(1,2)
p(4,3) = p(4,3)-m41*p(1,3)
p(4,4) = p(4,4)-m41*p(1,4)
q(4) = q(4)-m41*q(1)
m32=p(3,2)/p(2,2)
m42=p(4,2)/p(2,2)
p(3,2) =0;
p(4,2) =0;
p(3,3) = p(3,3)-m32*p(2,3)
p(3,4) = p(3,4)-m32*p(2,4)
q(3) = q(3)-m32*q(2)
p(4,3) = p(4,3)-m42*p(2,3)
p(4,4) = p(4,4)-m42*p(2,4)
q(4) = q(4)-m42*q(2)
m43=p(4,3)/p(3,3)
p(4,3)=0;
p(4,4) = p(4,4)-m43*p(3,4)
q(4) = q(4)-m43*q(3)
x(4) = q(4)/p(4,4)
x(3) = (q(3)-p(3,4)*x(4))/p(3,3)
x(2) = (q(2)-p(2,3)*x(3)-p(2,4)*x(4))/p(2,2)
x(1) = (q(1)-p(1,2)*x(2)-p(1,3)*x(3)-p(1,4)*x(4))/p(1,1)
x'
MetodeElement Hinggga
k1=400;
k2=100;
k3=300;
k4=700;
a1=[k1 -k1 0 0 0; -k1 k1 0 0 0; 0 0 0 0 0; 0 0 0 0 0; 0 0 0 0 0]
a2=[0 0 0 0 0; 0 k2 -k2 0 0; 0 -k2 k2 0 0; 0 0 0 0 0; 0 0 0 0 0]
a3=[0 0 0 0 0; 0 0 0 0 0; 0 0 k3 -k3 0; 0 0 -k3 k3 0; 0 0 0 0 0]
a4=[0 0 0 0 0; 0 0 0 0 0; 0 0 0 0 0; 0 0 0 k4 -k4; 0 0 0 -k4 k4]
k=a1+a2+a3+a4
L=[k(2,2) k(2,3) k(2,4) k(2,5); k(3,2) k(3,3) k(3,4) k(3,5); k(4,2) k(4,3) k(4,4) k(4,5); k(5,2) k(5,3) k(5,4) k(5,5)]
t=[0; 0; 0; 10]
d2x_d5x=inv(L)*t
dx=[0;d2x_d5x(1,1);d2x_d5x(2,1);d2x_d5x(3,1);d2x_d5x(4,1)]
Fx=k*dx
k2=100;
k3=300;
k4=700;
a1=[k1 -k1 0 0 0; -k1 k1 0 0 0; 0 0 0 0 0; 0 0 0 0 0; 0 0 0 0 0]
a2=[0 0 0 0 0; 0 k2 -k2 0 0; 0 -k2 k2 0 0; 0 0 0 0 0; 0 0 0 0 0]
a3=[0 0 0 0 0; 0 0 0 0 0; 0 0 k3 -k3 0; 0 0 -k3 k3 0; 0 0 0 0 0]
a4=[0 0 0 0 0; 0 0 0 0 0; 0 0 0 0 0; 0 0 0 k4 -k4; 0 0 0 -k4 k4]
k=a1+a2+a3+a4
L=[k(2,2) k(2,3) k(2,4) k(2,5); k(3,2) k(3,3) k(3,4) k(3,5); k(4,2) k(4,3) k(4,4) k(4,5); k(5,2) k(5,3) k(5,4) k(5,5)]
t=[0; 0; 0; 10]
d2x_d5x=inv(L)*t
dx=[0;d2x_d5x(1,1);d2x_d5x(2,1);d2x_d5x(3,1);d2x_d5x(4,1)]
Fx=k*dx
Selasa, 08 Maret 2011
kata - bijak
Ada sedikit suntingan dr internet ne,, semoga bermanfaat :
- Kesempatan kecil sering merupakan awal dari sebuah kesuksesan yang besar (Demosthenes).
- Orang yang paling bijaksana bukanlah orang yang tidak paling sedikit mengalami kegagalan, tetapi orang yang berhasil mengubah kegagalan tersebut menjadi keberhasilan (Richard R Grant).
- Kesempatan selalu ada. Biarkan kailmu terus siaga. Di dalam kolam yang paling tidak kau harapkan, sering kali ikan berada di sana (Ovid).
- Masa depan milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpinya (Eleanor Roosevelt).
- Berikan hatimu, pikiranmu, kecerdasanmu, serta jiwamu pada setiap tindakan yang kau lakukan, sekecil apa pun itu. Ini adalah rahasia kesuksesan (Swami Sivananda).
- Satu-satunya jalan untuk mengetahui batas sebuah kemungkinan adalah dengan menelusurinya sampai batas ketidakmungkinan (Arthur C Clarke).
- Sesuatu yang berharga tidak datang dengan mudah. Usaha yang setengah-setengah tidak akan menghasilkan hasil setengah-setengah, tapi tidak akan menghasilkan apa pun. Bekerja, bekerja tanpa henti dan bekerja keras adalah satu-satunya cara untuk mencapai hasil yang memuaskan (Hamilton Holt).
- Keberuntungan adalah hal yang terjadi saat persiapan yang kita lakukan bertemu dengan kesempatan yang tepat (Elmer Letterman).
- Kita menuliskan sendiri nasib kita. Kita akan menjadi apa yang kita lakukan (Madame Chiang Kai-Shek).
- Pikiran akan mengarahkan pada tujuan; tujuan akan membawa pada tindakan; tindakan akan membentuk kebiasaan; kebiasaan akan membentuk karakter; karakter akan memperbaiki nasib kita (Tyron Edwards).
- Kita tidak akan pernah tahu bila kita tidak pernah memulai (Howard Zim).
- Terkadang memerlukan lebih banyak keberanian untuk berani melakukan hal yang benar daripada takut melakukan kesalahan (Abraham Lincoln).
- Kegagalan adalah kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih pintar (Henry Ford)
- Perbedaan dari mereka yang berhasil dengan yang tidak bukanlah karena kurangnya kekuatan atau pengetahuan; tapi lebih pada kurangnya keinginan (Vince Lombardi).
- Kesempatan akan berlipat jika kita memanfaatkannya (Sun Tzu).
- Imbalan tertinggi untuk hasil kerja seseorang bukanlah apa yang mereka dapatkan dari kerja tersebut, tapi menjadi apa mereka dengan kerja tersebut (John Ruskin).
benar - benar salah
melihat dari semua perjalanan tadi pagi sampai sore ini,, serasa hidup ini tidak ada bedanya dari hari kemaren,, mulia lemah dari hari ke hari,, belajar menapaki sedikit demi sedikit kata - kata orang di sekitar yang sebenarnya tidak terlalu penting, , namun belajar dari hal yang tidak penting itu adalah baik,,
Langganan:
Postingan (Atom)


